SITUS WISATA BENTENG LIYA TOGO

 BENTENG LIYA TOGO DAN PANGLIMA TALO-TALO

Berbicara tentang tempat wisata tentu nama Kabupaten Wakatobi yang akan muncul dalam benak kita, bagaimana tidak, daerah wakatobi yang di kenal sebagai surga pariwisata dan telah di tetapkan sebagai taman nasional serta sebagai TOP 10 Pariwisata Nasional prioritas pemerintah Republik indonesia ini menyimpan berbagai kekayaan alam yang telah menjadi pusat perhatian bukan hanya secara nasional tetapi juga dunia internasional.

Nama Wakatobi adalah singkatan dari gugusan pulau-pulau antara lain : Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia dan Binongko. Yang mana telah kami ulas pada artikel-artikel sebelumnya.

Dalam postingan kali ini, kami akan mengulas tentang salah satu tempat wisata tersohor yang ada di kabupaten Wakatobi yang wajib untuk rekan-rekan pelancong kunjungi jika berkenaan datang ke Wakatobi. Silahkan simak artikelnya..!!!


Bukti kebesaran Kesultanan Buton bisa terlihat dari puing-puing benteng yang tersebar di Pulau Buton dan kawasan Wakatobi. Salah satunya adalah Benteng Liya Togo di Desa Liya Raya, Kecamatan Wangi-wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara. Luas benteng ini mencapai hingga 30 hektare dan menjadi bukti serta saksi bisu masa lampu yang dikenal sebagai Masjid Mubarak.

Berdasarkan data sejarah Benteng Liya merupakan salah satu benteng pertahanan terluar dari kesultanan Buton yang melindungi benteng wolio dari serangan kerajaan ternate dan gangguan lainnya yang dapat merusak stabilitas benteng wolio sebagai pusat pemerintahan kesultanan Buton. Kondisi Struktur benteng yang ada di Benteng Liya masih cukup baik dan  terlihat setia pada bentuk arsitektur lama dan terstruktur rapi. Bahan yang digunakan pada pembuatan Benteng Liya yaitu batu batuan dan karang karang dari laut, dan sebagai alat perekatnya yakni putih telur.


Kompleks intinya sendiri berada di posisi tertinggi. Dengan bentuk gerbang khas buton, atau disebut lawa dalam bahasa buton, dan arsitektur baruga yang sama dengan kompleks di tempat lain. Ada Mesjid Mubarak disisi barat dan baruga, atau semacam balairung, di sisi timur. Di Utara terdapat kompleks pemakamanan. Banyak yang mengatakan bahwa pemakaman tersebut adalah tempat bagi jasad Talo-talo, pemuda sakti mandraguna yang menjadi cerita awal tentang Benteng Liya Togo.

Liya Togo diceritakan sebagai sebuah hadiah dari kesultanan buton pada saat itu bagi Talo- talo. Talo-talo adalah seorang pemuda yang sangat rajin berlatih meloncat di baliura. Batu ini dipercaya sebagai inti atau asal usul Desa Liya Togo. Beliau juga dikenal dengan sebutan Malan Sahibu yang artinya kurang lebih sebagai orang yang berkarakter keras dan bila berperang dia akan bertarung sampai titik darah penghabisan serta meluluhlantakan semua lawannya. 

Karena kesaktiannya tersebut Kesultanan Buton mengirim beliau untuk menyelesaikan konflik di Batara Muna. Batara adalah konsep kawasan musuh atau negara bagian di jaman pemerintahan keSultanan Buton. Hingga ia mampu membunuh raja di Batara Muna dengan cara menyelinap dan masuk ke Benteng kerajannya. Karena keberhasilannya, Talo-talo pun menerima Liya Togo sebagai hadiah untuk dijadikan sebagai kawasannya.

Meriam yang ada dalam kawasan Benteng Liya sangat banyak dan sebagian posisinya sudah berpindah tempat aslinya. Makam-makam yang ada juga cukup banyak, juga ditemukan makam dengan panjang makam sekitar 8 meter yang merupakan makam La Melangka Tu’u (Artinya: makam orang yang panjang lututnya) yang dikenal sebagai orang yang sakti.

Satu lagi legenda yang menarik sehubungan dengan benteng ini adalah Baliura. Bagi siapa yang menyentuh batu ini dipercaya akan kembali ke Togo.

Demikian ulasan artikel tentang Liya togo dan Ksatria Talo-talo, semoga bermanfaat untuk kita semua.

Silahkan tinggalkan pesan dan kesan di kolom komentar di bawah 👌

Wasalam...🙏

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEJARAH WAKATOBI

DESTINASI BAWAH LAUT TERINDAH DI DUNIA